Idul Adha yang hambar..
hari ini hari raya Idul Adha..
gema takbir kembali mengguncangku..menggugah seisi kalbuku..
aku suka sekali duduk di atas tempat tidurku, memandang kosong keluar jendela, menyesapi gema takbir, dan membiarkannya mengoyak ketenangan hatiku..
hingga leleh air mataku, teringat setumpuk prestasi dosaku..
hanya 2 kali dalam setahun, kuberoleh kesempatan itu..
jam pagi ini sudah menunjukkan pkl.5.45 dan aku baru membuka mata dari tidur malamku..
kenapa pula kumatikan lampu kamarku semalam?
kenapa pula aku menangis dulu semalam?
kenapa pula kubela menonton hingga larut semalam?
jadi inilah akibatnya..bangun kesiangan dan hilanglah 50% kesempatanku..
hari ini hari raya Idul Adha..
tanpa makan, tergopoh-gopoh kubersiap pergi ke masjid..
dengan salah satu baju muslimku, kubayangkan komentar mereka nanti..
kubayangkan hari raya pertamaku yang harus kulalui tanpa sepenuhnya dengan keluargaku..
kemudian berita itu datang..
tetangga sebrang samping rumah meninggal tadi pagi..kecelakaan kononnya..
maka rencana berubah..
hari ini hari raya Idul Adha..
pengurus masjid tengah mengumumkan sesuatu di masjid sana..
sementara aku berdebat dengan ibuku mengenai rencana hari itu..
tak sedikitpun kusimak apa kata pengurus masjid tadi..
hari ini hari raya Idul Adha..
di tengah sujud Ied-ku, kubayangkan apa yang akan terjadi nanti..
di tengah duduk antara 2 sujudku, kumeringis kesakitan karena batu di bawah sajadahku tajam menusuk kakiku..
di tengah berdiriku, kubergesar-geser mencari posisi berdiri yang enak..
sampai salamku pun, pikiranku tak tertuju kepada-Nya..
hari ini hari raya Idul Adha..
aku sangat ingin pergi bersama-sama seperti tahun-tahun lalu..
menunggu berjam-jam pun akan kulakukan..
minta izin kesiangan pun telah kulakoni..
namun apalah dayaku...
Ia bilang baru akan berangkat malam, malah mungkin tidak berangkat..
karena ke kubur, dia kan ikut serta..
hari ini hari raya Idul Adha..
kutinggikan suaraku pada ayahku..
dalam hati aku pun marah pada ibuku..
kucampakkan baju muslimku..
kubanting pintu, kubentak adikku..
kemudian berbalut jins dan tanpa mengucapkan salam, aku pergi seorang diri..
masih dengan rasa marah..
hari ini hari raya Idul Adha..
dan aku belum mencium tangan kedua orangtuaku, meminta maaf atas semua salahku..
aku malah marah kepada mereka..
malah aku juga marah pada mayit tetanggaku yang tak bersalah..
aku marah pada keluarganya yang tak kunjung datang..
aku marah pada mereka yang tak kunjung mengembalikannya ke tanah..
aku marah pada diriku sendiri yang tak mampu menahan ego..bahkan pada hari raya ini..
hari ini hari raya Idul Adha..
dan aku kehilangan 1 dari 2 kesempatanku menyesapi melodi favoritku..
dan aku..tetap bekerja..
hari ini hari raya Idul Adha..
tapi mengapa dingin menusuk hatiku hari ini?
tapi mengapa hanya dosa yang kuperbuat hari ini?
Idul Adha kali ini terlampau hambar bagiku..
hari ini hari raya Idul Adha..
kereta penuh, busway penuh..
tapi bus-bus kosong, jalan-jalan lengang..
dimana-mana keluarga berjalan bersama..berkumpul dengan senang riang..
kebahagiaan ada dimana-mana..
sementara aku sendiri..muram..
melangkah ke kantor kosong..murung..
melangkah ke mas mansyur..menuju rumah nenek..masih seorang diri..
dan kembali kulihat kebahagiaan ada dimana-mana..
di rumahnya pun kutemukan kebahagiaan..
stay a little longer..
dan kutemukan orangtuaku..
dan kutemukan om dan tanteku..
hari ini hari raya Idul Adha..
terlalu hambar bagiku?
hm..mungkin tidak juga..


1 Comments:
Takbir bergema.....ada hati yang digetarkan tapi terkadang sendang sedih dan marah.
malam takbiran justru nangis dan gak ada ortu maklum mereka lagi perfi hj. Solat pertama tampa teman seKOsan atau seAP dan juga tampa keluraga....aku ambil posisi depan dan tetap ikut takbir. Yah semua ada waktunmya kisah berbeda saat id adha
Post a Comment
<< Home